Pertemuan Menteri Ekraf dan Pelaku Kreatif Labuan Bajo: Perkuat Fondasi Ekraf 2026

Created at 2025-11-15

Labuan Bajo, 14 November 2025- Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) turut memfasilitasi pertemuan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bersama para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dan UMKM di Labuan Bajo. Kegiatan yang berlangsung di Puncak Waringin, Jumat (14/11/2025) sore ini menjadi ruang dialog langsung untuk menggali kebutuhan, tantangan, serta masukan dari para pelaku ekraf sebagai bahan penyusunan program kerja Kementerian Ekonomi Kreatif tahun 2026. Pertemuan ini dihadiri oleh para pelaku dari berbagai subsektor mulai dari kriya, kuliner, fesyen, fotografi, hingga digital agensi yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem kreatif di Labuan Bajo.

Dalam dialog tersebut, Menteri Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekonomi kreatif menjadi prioritas nasional, terutama setelah pengalaman masa pandemi COVID-19.

“Belajar dari masa COVID, kita menyadari bahwa pariwisata adalah mesin ekonomi yang sangat penting. Namun di sisi lain, ekraf juga sama pentingnya. Ketika terjadi situasi tertentu yang membuat pariwisatanya turun, ekraf harus bisa menjadi tulang punggung berikutnya,” ujar Menteri.

Menekraf juga menambahkan bahwa pemikiran inilah yang mendorong Presiden untuk pertama kalinya membentuk Kementerian Ekonomi Kreatif yang berdiri sendiri, dengan harapan mampu mengakselerasi perkembangan 17 subsektor ekraf yang saat ini tengah tumbuh pesat di berbagai daerah, termasuk Labuan Bajo.

“Subsektor kreatif kita berkembang sangat cepat. Agar pertumbuhan ini merata, kami perlu mendengar langsung kebutuhan pelakunya di daerah, termasuk di Labuan Bajo dan NTT pada umumnya”  imbuhnya.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BPOLBF dalam mendukung pemerintah pusat memperkuat fondasi ekonomi kreatif di daerah.

“Kami melihat bahwa pelaku ekonomi kreatif di Labuan Bajo memiliki semangat dan kapasitas yang kuat. Namun, untuk berkembang lebih cepat, mereka membutuhkan dukungan yang tepat sasaran. Karena itu, masukan langsung seperti hari ini sangat penting agar program pemerintah pusat nantinya benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” ungkapnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk memastikan bahwa suara UMKM dan pelaku ekraf Labuan Bajo tersampaikan secara langsung dalam penyusunan program strategis 2026, khususnya program yang bersinggungan dengan peningkatan kapasitas, pemasaran, hingga perluasan akses pasar. Hasil diskusi akan dihimpun oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dan BPOLBF sebagai bagian dari penyusunan rencana kerja tahun 2026, termasuk potensi pengembangan ekosistem kreatif di Puncak Waringin sebagai creative hub Labuan Bajo.

 

------

Sisilia Lenita Jemana

Kepala Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

BPOLBF Dorong Pariwisata Floratama Terlibat dalam Wonderful Indonesia Awards 2025

Jakarta, 05 Desember 2025 — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata, turut hadir dalam Malam Anugerah Wond...

thumbnail

FGD Pengembangan Wisata Religi Katolik Nagekeo Rumuskan Strategi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Mbay, 03 Desember 2025 — Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Dwi Marhen Yono hadir sebagai narasumber dalam Focus Group Discuss...

thumbnail

BPOLBF dan Pemkab Nagekeo Perkuat Kolaborasi Pengembangan Paket Perjalanan Wisata Religi Labuan Bajo–Nagekeo

Nagekeo, 02 Desember 2025- Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo sepakat memperkuat kolaborasi pengembangan pariwisata me...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami